Dinas Pendidikan Medan di Minta Tegas, Copot Kepsek SDN 066656 Medan Selayang

  • Whatsapp

KBC – MEDAN -Aksi protes terus terjadi, terkait buruknya Kinerja Hannum Nasution, SPd, Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar Negri (SDN) 066656 yang terletak di Jalan Karya Sembada Pasar V Kel. PB Selayang II, Kec. Medan Selayang, Kota Medan. Menanggapi hal itu, pada Selasa (4/1/2020), sedikitnya puluhan orang tua murid didampingi pihak komite sekolah kembali mendatangi kantor DPRD Kota Medan guna melaporkannya.

Kedatangan para orang tua murid dan pihak komite sekolah diterima langsung oleh anggota DPRD Kota Medan dari Praksi PDI Perjuangan Hendrik Duin Sembiring.

“Kedatangan kami kekantor DPRD Medan, diterima oleh pak Hendrik Duin, beliau berjanji akan menindak lanjuti keluhan orang tua murid, karena kasusnya ini sudah berbulan-bulan lamanya”, ujar Salah seorang pengurus komite sekolah Basuki Ginting.

Basuki menjelaskan, buruknya kinerja Kepsek SDN 066656 ini bukan yang pertama kali dilaporkan, tapi sudah ada beberapa kali, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut yang berarti.

“Kita sudah beberapa kali Surati Dinas Pendidikan Kota Medan, bahkan DPRD Medan, namun hingga saat ini belum ada sanksi tegas yang dilakukan terhadap Kepsek SDN 066656 Hannum Nasution”, ungkap Basuki.

Basuki menjabarkan, perihal buruknya kinerja Kepsek SDN 066656 ini, diantaranya tidak melengkapi buku pelajaran bagi para murid, dan juga melakukan pengutipan uang fotocopy SKHUN TA 2018/2019 kepada murid kelas enam yang sudah tamat sekolah, bahkan meniadakan kegiatan Pramuka dan Olahraga.

“Anehnya, walaupun sudah beberapa kali kita surati Dinas Pendidikan Kota Medan, bahkan langsung kita datangi kedinas, dengan membawa sejumlah bukti pelanggaran yang dilakukan Kepsek SDN 066656 ini, belum ada tindakan yang berarti, terkesan terjadi pembiaran”, ungkap Basuki.

Sementara itu, menanggapi polemik yang terjadi di SDN 066656 Medan Selayang ini, pengamat pendidikan yang juga praktisi hukum Jery Panjaitan, SH, yang dimintai komentarnya mengatakan, meminta pihak pendidikan Kota Medan tidak tinggal diam, dan segera melakukan tindakan tegas, bila perlu mencopot jabatan Kepsek.

“Inikan sudah terlalu lama kasusnya, seharusnya pihak Dinas Pendidikan segera bergerak cepat mengambil tindakan, jangan terjadi pembiaran, sama artinya Kepsek tersebut mencoreng nama baik dunia pendidikan”, ucap Jery.

Jery Panjaitan juga mengaku heran, kepada para pengawas dunia pendidikan yang tidak segera beranjak dari tempat duduknya ketika mendengar adanya sekolahan yang melakukan sejumlah pelanggaran.

“Ini namanya pelanggaran, seharusnya aparat penegak hukum, ataupun para wakil rakyat segera bertindak, jangan hanya duduk diam, apalagi kasus ini sudah berkali-kali dilaporkan para orang tua murid dan komite sekolah”, tegasnya.

Dijelaskannya, berdasarkan ketentuan ketentuan Pasal 9 peraturan Menteri Nomor 44 Tahun 2012 disebutkan bahwa satuan pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh pemerintah, dan atau pemerintah daerah dilarang memungut biaya satuan pendidikan. Dengan demikian tidak diperbolehkan untuk memungut biaya kepada siswa/i dalam bentuk apapun.

Apalagi, Pemerintah sudah mengalokasi uang untuk sekolah lewat Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Ada juga Dana Alokasi Khusus (DAK) dari anggaran daerah (APBD).

Menurut ketentuan Petunjuk Teknis dana BOS, uang tersebut bisa dimanfaatkan untuk membiayai operasional sekolah seperti biaya buku sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, pengembangan perpustakaan, uang formulir pendaftaran ulang, biaya praktikum, dan renovasi gedung, begitu juga biaya Les dengan guru di sekolah.

“Jadi kalau ada sekolahan yang melenceng dari ketentuan, kita berharap pihak Dinas Pendidikan bertindak tegas, karena sudah jelas Kepsek tersebut melanggar ketentuan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang sudah ditetapkan. Apalagi dalam hal ini yang bersekolah di sekolahan negeri mayoritas warga kurang mampu”, tandas Jery Panjaitan, SH.(red)

example banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *