NELAYAN BERHARAP KAPOLDASU TINDAK MOBIL TANGKI BBM TRANSPORTIR BEBAS MASUK DI GABION BELAWAN

  • Whatsapp

KBC-BELAWAN -perbincangan hangat dikalangan
nelayan kecil dalam ha ini Terendusnyaa BBM yang diduga ilegal yang diangkut mobil tangki Transportir bebas masuk Gabion Belawan seperti yang dilansir sejumlah media menambah catatan buruk.diminta apratur hukum harus bertindak tegas Krn bisa merusak nelayan skla kecil.

Berbagai kalangan menilai adanya pembiaran pihak yang berwenang, nelayan sekala kecil Medan Utara harapkan Kapolda Sumut bertindak ektra cepat, Selasa (21/1/2020).

“Sebagai masyarakat hanya bisa berharap kepada Kapolda Sumut yang baru, banyak yang harus diperbaiki di Medan Utara seperti bebasnya BBM yang diduga ilegal di angkut mobil tangki Transportir bebas masuk, hal ini menjadi tantangan bagi Kapolda Sumut yang baru, kami masyarakat yang tak punya daya dan kekuasaan hanya bisa berharap yang lebih baik,” kata Nelayan Pekan Labuhan Jamal (56) saat ditemui di pinggiran sungai Deli Pekan Labuhan, Selasa (21/1/2020).

Pantauan di lapangan kemaren, mobil tangki Transportir seperti BK 8816 BS bertuliskan PT Wira Energi Sukses angkut 5 ribu liter BBM. Minyak yang diangkut mobil tangki yang diduga ilegal tersebut diperuntukkan untuk kapal ikan yang sandar di salahsatu gudang di Gabion Belawan (Gudang sejajaran gudang Horas-red).

Mobil tangki transpotir yang jadi buah bibir Nelayan itu masuk ke Gabion Belawan melintasi Mapolres Pelabuhan Belawan. Kebutuhan BBM bagi kapal ikan di Gabion Belawan digunakan produk Pertamina yang disalurkan melalui agen resmi APMS dan SPDN.

Namun praktek di lapangan sejumlah pengusaha ikan di Gabion Belawan diduga jalin hubungan dengan agen BBM tak resmi (ilegal-red). Praktek ilegal itu terjadi pada penyalahgunaan peruntukan BBM.

Hingga sampai sekarang belum diketahui pasti asal usul BBM yang diangkut mobil tangki Transportir yang masuk ke Gabion Belawan.

Terpisah, ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Usaha Deli Mandiri Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan A. Ahmad pertanyakan peruntukan BBM kapal ikan yang sandar di dermaga gudang Horas Gabion Belawan. Menurut A. Ahmad peruntukan BBM dan legalitas BBM harus jelas.

“Setahu saya gudang Horas itu mengelola hasil laut yang menggunakan seratusan tenaga kerja wanita, kapal ikan pukat teri yang sandar disana seperti yang diakui Security itu milik siapa, kerjasamanya bagaimana, apakah dibenarkan Pemerintah atau tidak. BBM yang digunakan kapal ikan disana juga harus jelas, jangan sampai masyarakat menilai adanya pembiaran pihak yang berwenang”. Kata A. Ahmad.

Gudang Horas di Gabion Belawan dikabarkan satu pemilik dengan PT Ayu di Kelurahan Paya Pasir Kecamatan Medan Marelan. Sedangkan kapal ikan pukat Teri yang sandar di gudang itu yang gunakan BBM yang diangkut mobil tangki Transportir disebut sebut milik pengusaha ikan berinisial Uli. (Red)

example banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *