Dewan Kehormatan Notaris Tak Gubris Kejatisu

  • Whatsapp

KBC-Medan. -Terkait Pemanggilan Notaris Elvira Saksi Tipikor Bank BTN
FORUM MEDAN | Terkait dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam perkara Pemberian Kredit senilai Rp, 39,5 Miliyar oleh Bank Tabungan Negara ( BTN ) Medan, Tim penyidik Pidsus Kejatisu telah menyurati secara sah sebanyak 2 kali terhadap Dewan Kehormatan Notaris sehubungan dengan Notaris Elvira akan diintai keterangannya sebagai saksi. Namun pihak Dewan Kehormatan Notaris belum juga mengizinkannya.

Hal itu dikatakan Kasipenkum Yos Arnold Tarigan ketika dihubungi via whatsApp. ” Tim penyidik Pidsus telah menyurati Dewan Kehormatan Notaris. Sampai saat ini beli juga dapat izin untuk memeriksa keterangan Elvira (Notaris ) sebagai saksi.

Bacaan Lainnya

Ketika ditanyakan alasan pihak Dewan Kehormatan Notaris tidak merespon surat dari tim penyidik pidsus Kejatisu. Yos tidak mengetahuinya. Namun Penyidik berharap kerjasam pihak Notaris memberi izin untuk pemeriksaan terhadap Elvira. Hal tersebut akan mempercepat proses hukum terhdap 5 tersangka.

Sebelumnya Tim Penyidik Pidsus Kejatisu telah menetapkan 5 tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pada Pemberian dan Pelaksanaan fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) Konstruksi Kredit Yasa Griya (KYG) oleh PT Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Medan selaku kreditur kepada PT Krisna Agung Yudha Abadi (KAYA) selaku debitur tahun 2014.

“Berdasarkan alat bukti yang diperoleh dan terungkap dalam proses penyidikan serta adanya perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan terjadinya kerugian keuangan negara berdasarkan audit dari BPKP Provsu sebesar Rp 39,5 Miliar. Tim Penyidik Pidsus Kejati Sumut menetapkan lima tersangka, yaitu CS selaku Direktur PT KAYA, FS selaku Pimcab BTN tahun 2013-2016, AF selaku Wakil Pimcab Komersial tahun 2012-2014, RDPA selaku Head Commercial Lending Unit Komersial tahun 2013-2016 dan AN selaku Analis Komersial tahun 2012-2015,” jelas Yos A Tarigan. ,

Selain itu Kasipenkum Kejatisu itu juga menyebutkan mengenai tentang Mijianto statusnya saat ini masih sebagai saksi dalam kasus dugaan Tipikor di BTN tersebut. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *