Kejatisu Menerima Aksi Unjuk Rasa Horas Bangso Batak

  • Whatsapp

KBC -MEDAN – Massa Horas Bangso Batak (HBB) Kota Medan mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara guna mencari keadilan, Kamis (25/11/2021)

AKP (Purn) Longser Sihombing SH MH dalam orasinya mengatakan bermula saat dirinya menjabat Kapolsek Sukarame menangkap 1 unit truk berisi BBM subsidi jenis solar 2.000 liter pada 3 Agustus 2016 lalu.

Bacaan Lainnya

Naasnya, sambung Longser meski barang bukti telah diamankan ke Mako Polsek Sukarame dan dipasang garis polisi justeru sebahagian BBM hilang tanpa sebab.

“Saya dijebak karena menolak permintaan pimpinan melepas barang hasil tangkapan sehingga dituding memeras uang senilai Rp 200.000.000. Dan akhirnya ditahan di Polda Sumut selama 120 hari. Namun menjelang masa penahanan berakhir berkas tetap masih belum lengkap (P19),” kata Longser.

Meski tidak terbukti Pasal 368 KUHPidana sambung Longser, penyidik meminta dirinya mengajukan penangguhan penahanan. Namun pada 29 Desember 2016, diserahkan ke pihak Pidsus Kejatisu dengan perkara suap tindak pidana korupsi (Tipikor).

Anehnya dalam waktu kilat, tepatnya tanggal 27 Desember 2016, surat perintah dimulai penyidikan (SPDP) baru diterima pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

“Sangat jelas aroma penyalahgunaan wewenang tersebut. Saya ditahan atas dugaan pemerasan tapi proses hukum Tipikor, inikan luar biasa. Akhirnya saya diponis hukum penjara selama 1 oleh hakim di Pengadilan Negeri Medan, 26 April 2017 lalu,” teriak Longser dihadapan massa.

Kasi Penkum Yos Tarigan langsung merespon tuntutan aksi dan mengaku akan menyampaikan tuntutan aksi sama pimpinan apalagi putusan hukuman pidana tersebut telah dijalani yang bersangkutan.

“Kita sudah dengarkan tuntutan mereka. Jadi harapan kita aksi unjuk rasa jangan sampai mengganggu pengguna jalan karena menyebabkan kemacetan dan kerugian bagi masyarakat umum. Untuk itu perlu diketahui unjuk rasa ditempuh apabila aspirasi tidak direspon,”kata Yos menanggapi tuntutan massa.

Selanjutnya, Yos menyebut sebelum menggelar aksi alangkah baiknya Longser Sihombing mendatangi PTSP untuk mempertanyakan persoalan sehingga tidak menimbulkan pandangan kurang baik.

“Bapak Kajatisu bersama jajaran sangat respon keluhan masyarakat dan sebaiknya mendatangi ke PTSP. Tidak perlu sampai unjuk rasa hingga membuat macet lalu lintas apalagi sampai mengganggu pengguna jalan. Inikan masih pandemi Covid 19, sangat berbahaya penularan. Jadi harus waspada kita,”terang Yos kepada wartawan Kamis (HS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *