MPH Demo Kasus Ijazah Palsu Kades Lubuk Hulu, Kejari Batubara Sebut Sidang Pekan Depan

  • Whatsapp

BATUBARA -KBC – Kedua kalinya sekitar 60-an masyarakat dan pemuda mengatasnamakan Mahasiswa Peduli Hukum (MPH) Kabupaten Batubara, berunjukrasa di halaman kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Batubara di Desa Pahang Kecamatan Talawi, Rabu (4/3/2020)

Kedatangan massa mendesak kinerja Kejari Batubara agar serius menangani sejumlah kasus yang ada . Khususnya dugaan penggunaan ijazah palsu yang dilakukan oknum Kades (Kepala Desa) Lubuk Hulu, Kecamatan Datuk Lima Puluh berinisial Sn.

Massa meneriakkan dan meminta agar oknum Kades Lubuk Hulu Sn segera ditangkap dan diadili yang sudah dinyatakan sebagai tersangka.

“Kami tidak ingin dipimpin oleh Kades yang telah menipu dunia pendidikan. Untuk itu tangkap dan penjarakan oknum Kades Lubuk Hulu, karena dikhawatirkan akan melarikan diri sehingga menghambat proses penegakan hukum”, pinta massa.

Koordinator aksi Ahmad Fatih Sutan dalam aksinya menjelaskan, kasus dugaan pengguna ijazah palsu ini sudah mempermainkan dan mencoreng dunia pendidikan.

Ahmad Fatih menambahkan, dirinya bersama puluhan massa datang ke Kajari mendesak aparat hukum untuk menindaklanjuti kasus dugaan pemakaian ijazah palsu yang diduga dilakukan Sn ketika mencalonkan diri pada Pilkades serentak tahun 2019.

Sebelumnya, lanjut Fatih, massa MPH sudah turun beraksi di halaman kantor Bupati dan di Kejari Labuhan Ruku terkait Ijazah palsu Sn ini namun belum mendapatkan kepastian hukum.

“Perlu kami ingatkan, ini untuk yang ke dua kalinya kami turun ke Kajari Labuhan Ruku dalam hal menyampaikan aspirasi kami. Dan akan ada 3 atau 4 kali lagi kami akan turun, jika kasus ini tidak segera ditindak lanjuti dengan serius”,, tegas Ahmad Fatih Sultan dan disambut suara desakan dari puluhan massa .

Ditegaskannya, Kejari Batubara jangan bermain-main dalam menindak lanjuti kasus dugaan penggunaan ijazah palsu ini. Dan segera limpahkan kasus ini ke Pengadilan Negeri Kisaran.

Kepala Kejari Batubara Mulyadi Sajaen, SH melalui Kasi Intel Jefri Simamora, SH menjelaskan, kasus dugaan penggunaan ijazah palsu ini sudah dilakukan tahap dua pada tanggal 14/02/20 yang lalu.

Selain itu kata Jefri Simamora, kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Kisaran pada tanggal 19/02/20 yang lalu, dan sampai saat ini belum ada ketetapan.

“Akan tetapi ketika kita mengetahui akan ada unjukrasa mengenai kasus dugaan penggunaan ijazah palsu ini dan kami cek di Sistem Informasi Proses Tindak Pidana di pengadilan, kemungkinan nanti akan disidangkan pekan depan pada hari Selasa 10/3/20 akan datang”, tutupnya.(red)

example banner

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *