Plt Lurah Petisah Tengah angkat bicara masalah bangunan parmanen jalur akses Damkar yang ditutup Aseng pemilik Bangunan .

  • Whatsapp

Kameraberita.com – Menanggapi pernyataan Aseng sang pemilik bangunan permanen di jalan Nibung Utama Kelurahan Petisah Tengah Kecamatan Medan Petisah soal perizinan bangunan yang menutup akses jalur damkar tersebut, membuat Plt Lurah Petisah Tengah angkat bicara.

Melalui panggilan sellularnya, Drs. Donald R.S., M.I.Kom membantah pengakuan Aseng soal perizinan proses pembangunan bangunan permanen miliknya yang menutup akses jalur damkar tersebut.

“Jangan dia cakap-cakap begitu tanpa ada buktinya. Di Medsos dia bilang ada izin kan? Siapa yang kasi izinnya? Kapan izinnya dikasi? Harus ada buktinya kan. Sekarang, kalau cuma ngomong-ngomong gitu aja dibikinnya di medsos itu kan hoax. Intinya, kita dari Kelurahan Petisah Tengah tidak pernah memberikan izin apapun terhadap bangunan dia (Aseng-red),” ketus Donald kepada wartawan, Selasa (10/3/2020) pagi.

Ia menegaskan bahwa, tidak diperbolehkan adanya bangunan permanen di jalur akses damkar ruko pemukiman penduduk.

“Kalau di jalur damkar itu, tidak bisa ada bangunan permanen. Kalau pun misalnya ada beberapa kasus itu, jalur damkar itu ditutup, karena menjaga ketertiban misalnya dari orang-orang tak dikenal dalam hal ini keamanan. Itu biasanya dibuat yang harus bisa dibuka, contoh pakai pintu kerangkeng sehingga suatu ketika bila dipakai untuk jalur damkar, mudah dibuka dan masih bisa di buka dengan cepat. Beda dengan bangunan permanen ini, bila diperlukan jalur akses damkar itu, bakal terhalang dan tak bisa dilalui oleh petugas damkar,” paparnya.

Bahkan, dirinya menegaskan bahwa pihaknya telah melayangkan surat peringatan pertama kepada pemilik bangunan untuk membongkar sendiri bangunan permanen yang telah menyalahi ketentuan dan tata letaknya.

“Kita sudah surati agar itu bangunan di bongkar sendiri, karena telah menyalahi aturan. Jadi, soal dia (Aseng-red) bilang sudah dapat izin oleh pihak Kelurahan Petisah Tengah, itu nggak benar. Semua staff disini sudah saya tanya, dan mereka membantah soal pemberian izin kepada si Aseng itu. Semua sudah tau ketentuan untuk jalur damkar tidak bisa dibuat bangunan permanen,” tegasnya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, ketika dikonfirmasi soal bangunan permanen miliknya yang menutup akses jalur damkar, pria turunan Tionghua yang diketahui bernama Aseng ini mengaku bahwa telah diketahui oleh pihak Kepala Lingkungan dan Kelurahan soal bangunan permanen miliknya itu.

“Itu bangunan saya sudah lama, kenapa baru sekarang dipermasalahkan? Pada saat itu, saya sudah izin juga kok kepada pihak Kelurahan dan juga Keplingnya pak Udin sudah tau, mengapa baru sekarang ributnya,” beber Aseng kepada wartawan.

Ia juga mengaku bahwa dirinya telah berkoordinasi kepada pihak intannsi pemerintah terkait bangunannya tersebut yang menutup akses jalur damkar di area ruko pemukiman penduduk.

“Kita sudah koordinasi dan surat peringatan tersebut sudah saya terima kok. Saya sudah komunikasi kan hal ini kepada pihak pemerintah yakni Kelurahan dan Kecamatan,” pungkasnya.(red)

example banner

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *